Makhluk Hidup dan Ekosistem Alam
Makhluk hidup yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaan Allah SWT,
yang mana Allah telah menciptakan berbagai macam, bentuk dan jenisnya. Di
antaranya adalah manusia, hewan dan tumbuhan. Makhluk hidup satu bergantung
dengan makhluk hidup lainya. Mereka dapat hidup karna adanya keseimbangan
ekosistem. Allah telah berfirman pada surat Al-Luqman ayat 20 yang artinya “
Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk
(kepentingan) mu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan menyempurnakan
untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang
(keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang
memberi keterangan”. Kita akan membahas bagaimana terjadinya keseimbangan
ekosistem dengan makhluk hidup lebih dalam pada pembahasan di bawah ini.
A. Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh
antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan
penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus
materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.
Dalam ekosistem,
organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik
sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik,
sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.
Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme,
khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol
yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". Hal ini mengarah pada
kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan
sangat berbeda dengan planet lain dalam tata
surya. Hal ini sudah disebutkan dalam Al-Qur’an surat As shaad, ayat 27 yang
mempunyai arti “Dan tidak kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang
ada di antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan
orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karna mereka akan masuk
neraka”. Yang mengejutkan adalah bahwa alam semesta bukan saja luar biasa tepat
bagi keberadaan manusia dan adaptasi biologis manusia, namun juga bagi
pemahaman kita... karna posisi tata surya kita di tepi galaksi , kita dapat
pada malam hari memandang jauh ke galaksi nun jauh di sana dan menggali
pengetahuan dari struktur keseluruhan alam semesta. Andai saja kita berada di
tengah galaksi, kita tidak akan pernah menyaksikan keindahan galaksi spiral
atau memiliki gagasan tentang struktur alam semest
Kehadiran, kelimpahan
dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat
ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus
berada dalam kisaran yang dapat ditolerans
oleh spesies
tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi. Misalnya: Panda memiliki
toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit
terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di
ekosistem dengan kondisi apapun
asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda
dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir,
mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam. Di dalam suatu ekosistem terdapat dua komponen, yaitu komponen biotik dan
abiotik.
B. Komponen pembentuk Ekosistem
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup
(organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu
ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan
fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof
terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil.Yang tergolong
heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba. Pengurai /
dekomposer
Pengurai atau
dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai
menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang
sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula penvgurai
yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya
adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada
tiga, yaitu:
3.) Fermentasi : anaerobik namun
bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk
suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk
komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.[1]
Dalam hal ini, dapat
disimpulkan bahwa keberadaan atmosfer di bumi begitu sempurna. Atmosfer di bumi
kita ini dapat bertahan karna pada nilai yang tepat, berkat adanya daur ulang
yang luar biasa. Binatang terus menerus menghirup oksigen dan menghasilkan
karbondioksida, yang bagi mereka tidak dapat digunakan untuk bernafas. Dan
sebaliknya pada tumbuhan, mereka menghirup karbondioksida yang mereka perlukan untuk hidup. Tanpa ada
keseimbangan antara dua kelompok makhluk hidup yang berbeda ini, planet kita
tidak mungkin dijadikan tempat hidu
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan
waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan
faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu :
1.)
Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi
untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
2.)
Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi
terhadap ketersediaan air di gurun.
3.)
Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
4.)
Cahaya
matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap
cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang
terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
5.)
Tanah dan batu. Beberapa
karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral
membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di
tanah.
6.)
Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.
C. Ketergantungan Antar Makhluk Hidup
Ketergantungan pada
ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan
abiotik.
Ketergantungan antar
komponen biotik dapat terjadi melalui:
1.)
Rantai makanan, yaitu
perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan
tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat
trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat
makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan
hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri
atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga,
terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi
lainnya, sebagian energi akan hilang.
2.) Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan
satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring.
Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya
memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
Ketergantungan antara
komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi. Seperti siklus
karbon, air, nitrogen dan sulfur.Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu
bentuk materi menumpuk pada suatu tempat. Ulah manusia telah membuat suatu
sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu
keseimbangan lingkungan.
D.
Tipe-tipe Ekosistem
Secara umum ada tiga
tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan.
1.) Ekosistem Air
Ekosistem air tawar : Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi
suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang
terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam
air tawa
Organisme yang
hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Air begitu penting bagi
kehidupan, Allah telah menciptakan rancangan khusus untuk menciptakan
kehidupan. Setiap sifat fisik dan kimianya khusus diciptakan untuk kehidupan.
Seorang ilmuwan Lawrence Henderson mempunyai kesimpulan mengenai lingkungan alam
dunia kita, bahwa ‘’ kesesuaian serangkaian sifat yang sangat atau hampir unik
pada air, karbondioksida, senyawa-senyawa karbon hydrogen dan oksigen., serta
lautan sangat banyak, sangat bervariasi, sangat lengkap dari semua yang di
amati dalam permasalah ini, sehingga sama-sama membentuk kesesuaian yang tentu
saja paling mungkin’’.3 Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari
penguapan dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun air hujan
adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karna adanya hukum fisika yang telah
ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, darimanapun asalnya penguapan air ini,
baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam
lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan
jatuh ke tanah dalam keadaan murni, dan bersih. Sesuai dengan ketentuan
allah “.... Kami turunkan dari
langit air yang amat bersih .” Contoh makhluk hidup yang berada di air
tawar adalah ganggang. Dia bukan merupakan tumbuhan sejati.
Ekosistem air laut: habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama
di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah
tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah
tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas
dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
Ekosistem esturi : merupakan tempat bersatunya sungai
dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan
kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas
hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
Ekosistem pantai : Dinamakan demikian karena yang
paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap
hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.
Ekosistem sungai: Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai
dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan
oksigen pada ai
Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian
dan garis lintang.
Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.
2.)
Ekosistem
Darat
Ekosistem hujan tropis: adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah
sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke
selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan t
ropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang
memiliki curah hujan tinggi.Maka dari itu, disebut. Hutan Hujan
Tropis.Hutan-hutan ini didapati di Asia, Australia, Afrika, Amerika
Selatan, Amerika
Tengah, Meksiko dan Kepulauan
Pasifik Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest,
tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical
rainforest.
Sabana:Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan
kelembaban masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di
Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup di
sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.
Padana rumput :Padang rumput terdapat di daerah
yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.
Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun,
hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran
air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput
yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing
liar, serigala, gajah, jerapah,
kangguru, serangga, tikus dan ular.
Gurun : merupakan daratan yang terdapat di
daerah tropik yang berbatasan dengan padang
rumput. Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah
hujan rendah (25 cm/tahun). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat
besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di
gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau
tak berdaun dan memiliki akar panjang
serta mempunyai jaringan untuk
menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan
beberapa hewan nokturnal lain.
Hutan gugur : daratan yang terdapat di daerah
beriklim sedang yang memiliki empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan
merata sepanjang tahun. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu
rapat. Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah,
bajing, burung pelatuk, dan
rakun (sebangsa luwak).
Taiga : daratan terdapat di belahan bumi
sebelah utara dan di
pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim
dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang
tersusun atas satu spesies seperti
konifer, pinus, dan
sejenisnya. Semak dan
tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam,
ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim
gugu
Tundra : daratan yang terdapat di belahan bumi
sebelah utara di dalam lingkaran kutub
utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di
daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken,
tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput
alang-alang. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Karst : daratan yang berawal dari nama kawasan
batu gamping di wilayah Yugoslavia.
Kawasan karst di Indonesia rata-rata
mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian,
sensitif terhadap erosi, mudah longsor,
bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang
rendah, gaya permeabilitas yang
lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan
tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem
lain.
3.)
Ekosistem
buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang
diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan
subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh
manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan di
antaranya adalah: bendungan, hutan tanaman hasil produksi, agroekosistem, sawah
dan kebun. Manusia membuat itu semua untuk kelangsungan hidup merek
Dari ke semua ekosistem tersebut memiliki peran
yang berbeda dan manfaat yang berbeda pula. Masing-masing telah memiliki peran
dan tugas yang berbeda-beda. Semua bekerja dengan kehendak Allah yang maha
menciptakan.

Comments
Post a Comment